Strategi Preventif dan Represif dalam Proses Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN

Gambar Strategi Preventif dan Represif dalam Proses Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN

Strategi menjadi pilar utama untuk mencapai sebuah tujuan dari sebuah organisasi. Pada era VUCA (Volatile, Uncertainty, Complecity, Ambiguity) seperti saat ini tentunya organisasi membutuhkan strategi yang sesuai agar keberhasilan dan tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Keberhasilan sebuah organisasi dimulai dengan menerapkan sebuah strategi yang adaptif terhadap perubahan.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai organisasi yang memiliki kewenangan mengawasi dan mengendalikan implementasi norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) Aparatur Sipil Negara juga perlu menerapkan beberapa strategi yang sesuai dengan keadaan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu pilar BKN adalah pengawasan dan pengendalian.

Peran fungsi pengawasan dan pengendalian implementasi NSPK manajemen ASN yang begitu penting harus didukung dengan strategi yang tepat agar arah yang akan dicapai dan cara mencapainya sesuai dengan tujuan BKN. Dalam pelaksanaannya bila fungsi pengawasan dan pengendalian tersebut masih menggunakan cara konvensional maka penyelenggaraan manajemen ASN dapat menjadi tidak efektif dan tidak ramah anggaran. Hal ini dikarenakan pada cara konvensional permasalahan optimalisasi dan hubungan antara biaya dan output masih banyak dipertanyakan. Penggunaan cara konvensional juga menyebabkan masalah produktivitas penyelenggaraan manajemen ASN yang pengukurannya kadang masih nisbi.

Salah satu misi BKN dalam hal ini adalah mengembangkan dan mengoptimalkan sistem yang mampu menjawab tantangan. Sistem ini dapat dijalankan melalui dual strategi yaitu strategi preventif dan strategi represif. Pelaksanaan strategi ini meminimalisir pengunaan cara konvensional juga didukung dengan penggunaan teknologi informasi dan internet sebagai motor penggeraknya. Hal ini sesuai dengan era 4.0 yang menjadikan teknologi informasi sebagai hal yang tidak bisa dihindari.

Strategi Preventif

Strategi preventif merupakan strategi dalam pengendalian sosial yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Pada pengawasan dan pengendalian (wasdal) implementasi NSPK manajemen ASN, strategi preventif yang diterapkan oleh BKN meliputi penilaian kebijakan dan penyelenggaraan NSPK Manajemen ASN, bimbingan teknis, konsultasi, monitoring dan evaluasi, serta pemanfaatan sistem informasi pengawasan dan pengendalian. Pelaksanaan strategi preventif dapat dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Lembaga Administrasi Negara, Komisi Aparatur Sipil Negara, dan instansi pemerintah lainnya yang terkait.