Sukses SKB CPNS Ditengah Pandemi Covid-19

Gambar Sukses SKB CPNS Ditengah Pandemi Covid-19

Lanjutan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 yang sempat tertunda karena Covid-19 akan segera dilanjutkan. Tahapan yang akan dilalui adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) setelah sebelumnya Seleksi Kompetensi dasar (SKD). SKD telah dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020 dan telah menghasilkan peserta yang lolos passing grade sejumlah tiga (3) kali formasi. Masing-masing instansi juga telah mengumumkan peserta yang lolos SKD. Saat bersiap menyelenggarakan SKB, darurat Covid-19 datang menyapa yang pada akhirnya menunda agenda yang telah terencana.

Kini, pemerintah telah mencanangkan untuk memulai kembali lanjutan seleksi. Beragam persiapan telah dilakukan khususnya terkait dengan mekanisme proses seleksi ditengah pandemi. Aturan ketat dan tegas akan diterapkan tidak hanya kepada peserta namun juga segenap panitia penyelenggara. Seluruh unsur yang terlibat dalam jalannya seleksi sudah diatur mekanismenya sesuai dengan posisi dan peran masing-masing. Secara nasional jumlah peserta SKB CPNS tahun ini sebanyak 336.487 yang tersebar pada 456 Instansi daerah dan 51 instansi pusat. Di wilayah Jawa Tengah dan DIY sendiri, SKB diikuti 46.164 peserta dengan rincian 7.207 di wilayah DIY dan 38.957 di wilayah Jawa Tengah.

Kebijakan penetapan seleksi lanjutan ini menafikan isu liar yang belakangan ini mucul di media sosial bahwa tidak akan ada SKB. Isu ini berasumsi bahwa SKB tidak akan diselenggarakan dan penentuan kelulusan hanya diambilkan dari rangking tertinggi seleksi kompetensi dasar (SKD) sesuai jumlah formasi. Kegelisahan masyarakat khususnya para pelamar yang telah lolos SKD tidak hanya distimulan oleh belum adanya kejelasan jadwal seleksi, namun juga dikarenakan isu liar di media sosial. Beragam sumber yang tidak kredibel menebarkan informasi bahwa proses seleksi CPNS telah berakhir. Peserta yang lolos adalah mereka yang merupakan ranking tertinggi sesuai jumlah formasi sehingga tidak dibutuhkan SKB lagi.

Merespon hal tersebut pemerintah akhirnya mengambil langkah cepat dan sigap. Dengan keputusan penyelenggaraan SKB, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menuntaskan proses seleksi. Bahwa proses SKB akan tetap dijalankan sesuai dengan peraturan dan ketentuan awal yang telah ditetapkan. Langkah ini perlu kita apresiasi sebagai bentuk menghadirkan opini positif serta menjaga nuansa kebatinan masyarakat khususnya peserta seleksi di tengah kewaspadaan pandemi. Masyarakat membutuhkan kepastian dan pemerintah dengan penuh perhitungan juga berupaya menjawab tantangan.

Protokol Seleksi

Merespon persiapan SKB, Badan Kepegawaian Negera (BKN) telah menetapkan jadwal teknis pelaksanaan SKB. Jadwal ini mencakup seluruh rangkaian pelaksanaan mulai dari validasi peserta, daftar ulang, pencetakan kartu peserta ujian, pelaksanaan tes, pengumuman hasil, hingga pemberkasan peserta yang lolos. SKB akan digelar pada 1 September sampai dengan 12 Oktober 2020 dengan sebelumnya terdapat proses verifikasi, pendaftaran ulang, serta penjadwal untuk seluruh instansi. BKN sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17/SE/VII/2020 perihal Prosedur Pelaksanaan Seleksi CAT dengan Protokol Kesehatan.