Vidcon dan Penghematan Anggaran Negara

Gambar Vidcon dan Penghematan Anggaran Negara

Mungkin tidak ada yang menyangka wabah virus seperti yang terjadi di Spanyol pada tahun 1918-1920 kembali terulang pada tahun 2020 ini. Meski saat itu hanya wabah flu, namun jumlah penderita mencapai 500 juta atau sepertiga penduduk dunia dengan jumlah yang meninggal sebanyak 50 juta orang. Bandingkan dengan Corona Virus Disease (Covid-19) yang pertama kali ditemukan di Wuhan Cina, dalam enam bulan jumlah yang terpapar Covid-19 di dunia mencapai 10,4 juta orang, meninggal akibat Covid-19 sekitar 5 ratus ribu orang.

Hampir semua negara di dunia terdampak Covid-19 termasuk di Indonesia yang pertama kali ditemuka npada awal Maret 2020. Karena jumlah terpapar Covid-19 semakin bertambah, Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan wabah Covid-19 sebagai Bencana Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Non Alam Covid-19.

Selain itu pemerintah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari tingkat nasional sampai kabupaten/kota. Sejumlah himbauan dan kebijakan pun dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19 untuk mencegah penyebaran dan penularan virus Corona. Warga dianjurkan untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja. Kalau pun keluar rumah maka harus jaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker dan senantiasa cuci tangan pakai sabun. Beberapa daerah seperti DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi interaksi manusia secara fisik.

Pembatasan sosial pun berdampak pada hampir semua aspek kehidupan, seperti bidang ekonomi, budaya, pendidikan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan. Pelaksanaan pemerintahan mulai dari pusat sampai ke daerah mengalami perubahan cara kerja dengan pola tertentu. Instansi pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Begitu pun kegiatan pemerintah yang sifatnya melibatkan banyak orang ditiadakan atau dibatasi. Untuk menghindari kontak fisik, rapat atau pertemuan tatap muka yang selama ini dilakukan untuk membahas persoalan atau agenda pemerintahan dengan “terpaksa” dilakukan secara virtual atau video conference (vidcon).

Melalui berbagai aplikasi vidcon seperti Zoom, pemerintah pusat atau kementerian melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota tanpa harus bertemu secara fisik. Aplikasi virtual ini lebih mudah dan murah. Subtansi terkait tujuan dari rapat koordinasi tersebut dengan mudah tersampaikan ke peserta rapat melalui jaringan virtual. Karena penerapan sosial distance, seminar online atau webinar, reuni virtual pun bermunculan bak jamur di musim hujan.

Walhasil, pandemi Covid-19 ini telah membuka mata kita. Ternyata untuk melakukan rapat atau koordinasi secara efektif dan efisien, jajaran pemerintah dapat melakukan secara virtual melalui vidcon. Peserta rapat tidak perlu bertemu langsung. Rapat virtual ini menghemat waktu sebab peserta rapat tidak perlu menghabiskan waktu di perjalanan. Sepanjang ada jaringan internet, peserta rapat dapat mengikuti pertemuan virtual dimana saja. Bisa jadi, peserta rapat hanya mengenakan baju dinas namun bawahannya pakai sarung atau celana pendek. Yang penting mampu mendengar dan berbicara terkait topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.