Aspek Lain Dalam Pemangkasan Jabatan

Gambar Aspek Lain Dalam Pemangkasan Jabatan

Pemerintah saat ini tengah melakukan proses penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan jabatan. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden yang menginginkan proses bisnis birokrasi dapat lebih lincah dan cepat. Presiden menganggap bahwa gerak birokrasi yang berjalan saat ini masih terlalu lambat dan kurang responsif terhadap tuntutan perubahan lingkungan yang begitu cepat. Kekakuan birokrasi masih menjadi permasalahan klasik yang bagi presiden, salah satu aspek yang mempengaruhinya dikarenakan postur birokrasi yang kurang ramping.

Seperti diketahui, struktur organisasi birokrasi kita terdapat beberapa jenjang jabatan mulai dari eselon I, II, III, IV dan V. Panjangnya struktur ini oleh beberapa kalangan dianggap menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap gerak lambat kerja birokrasi. Oleh karenanya, pemangkasan struktur dianggap menjadi opsi penting untuk meminimalisir proses kerja yang panjang, dimana memakan waktu dan persetujuan berjenjang. Penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan struktur menjadi ikhtiar pemerintah untuk menggesitkan sistem kerja birokrasi. Harapannya, penyederhanaan birokrasi ini dapat mempercepat pengambilan keputusan dan makin cepat dalam memberikan pelayanan kepada dunia usaha dan masyarakat.

Penyederhanaan birokrasi dilakukan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan yang berkualitas. Jalur birokrasi dipersingkat dengan pemangkasan hirarki dan level eselonisasi pejabat struktural menjadi dua level saja yakni eselon I dan II, serta menggantinya dengan jabatan fungsional (JFT). Pada jenjang eselon III, IV, dan V, dipangkas dan disetarakan kedalam jabatan JFT. Meskipun, tidak semua jabatan dihapus, terdapat jabatan-jabatan yang secara fungsi masih harus dipertahankan seperti yang memiliki otorisasi kewilayahan, ranah pengambilan keputusan strategis, maupun pertimbangan penting lainnya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengatakan, hingga Oktober 2020 proses pemangkasan kurang lebih telah mencapai 70%. Pada akhir Desember 2020 ditargetkan proses penyederhaan ini terselesaikan baik pada tingkat instansi pusat maupun daerah.

Pada jabatan eselon III telah dilakukan pemangkasan sebanyak 3.680 jabatan, dari 8.786 jabatan menjadi 5.106 jabatan. Untuk eselon IV telah dipangkas 10.993 jabatan, dari yang semula 30.123 jabatan menjadi 19.130 jabatan. Dan eselon V sebanyak 14.793 jabatan, dari 19.856 jabatan menjadi 5.072 jabatan.

Untuk mendorong minat dari para pejabat Administrator, salah satu kompensasi yang diberikan adalah dengan daya tarik masa kerja yang lebih lama. Pejabat Eselon III yang difungsikan pada jabatan fungsional, maka secara otomatis akan memperoleh perpanjangan usia pensiun yakni pada usia 60 tahun sebagai pemangku JFT Madya. Hal ini berbeda ketika masih menjabata Eselon III yang hanya mencapai batas usia pensiun pada usia 58 tahun.