Industri Pesawat Terbang dan Audit Manajemen ASN

Gambar Industri Pesawat Terbang dan Audit Manajemen ASN

Indonesia sedang berduka atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak pada 9 Januari 2021 di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat Sriwijaya Air tersebut membawa 50 penumpang dan 12 kru pesawat yang hingga kini baru 29 jenazah yang dapat diidentifikasi. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi terus mencari informasi dan melakukan analisa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Pada 12 Januari 2021 Flight Data Recorder (FDR) dari black box pesawat ditemukan, dan hal ini menjadi titik akselerasi bagi KNKT untuk menemukan penyebab jatuhnya pesawat tersebut. 

Berbicara mengenai kecelakaan maka tentunya hal tersebut tak lepas dari regulasi dan audit. Dalam pengawasan dan pengendalian industri pesawat terbang di seluruh dunia diawasi oleh sebuah agensi internasional di bawah koordinasi United Nations (UN) bernama International Civil Aviation Organization (ICAO). ICAO didirikan pada tahun 1944 untuk mempromosikan perkembangan industri pesawat terbang yang aman dan teratur di seluruh dunia.

Industri pesawat terbang termasuk industri yang menerapkan sistem audit manajemen yang sangat ketat, hal ini dikarenakan keselamatan merupakan faktor utama dari industri pesawat terbang. Dengan regulasi sebanyak 12000 standar penerbangan dan standar praktis pada industri pesawat terbang menjadikan industri pesawat terbang sebagai industi yang memiliki regulasi sistem audit manajemen yang terbaik. Tercatat dalam laporan ICAO (ICAO Safety Report 2020) bahwa tingkat kecelakaan pesawat terbang hanya 2,9% dari seluruh jumlah penerbangan yang ada di seluruh dunia pada sepanjang tahun 2019.

Tingkat sistem audit manajemen yang ketat tersebut digunakan untuk dapat menjamin industri pesawat terbang menghasilkan suatu produk atau jasa yang aman dan handal serta memenuhi bahkan melampaui persyaratan dari pelanggan maupun regulasi. Secara konstan industri ini berada pada pengawasan dan pengendalian publik, memiliki tingkat kesalahan (error) yang sangat kecil dan standar kualitas yang ketat dan dianggap sebagai acuan dari berbagai industri lainnya.

Penerapan sistem audit manajemen yang ketat pada industri pesawat terbang berkaitan dengan konsep audit yang digunakan oleh industri ini. Salah satu konsep sistem audit manajamen yang digunakan industri adalah konsep ISO 19011:2018 dan AS9100 Quality Management System yang digunakan sebagai payung hukum dan dasar tata cara sistem audit manajemen mutu dari produk yang dihasilkannya. Industri pesawat terbang merupakan sebuah industri yang sangat kompleks yang didalamnya terdapat jutaan bagian pesawat yang dibuat di ratusan perusahaan lalu digabungkan (assembly) bersama di suatu tempat.