ASN Pemimpin Harus Miliki Kemampuan Teknis dan Nonteknis

Gambar ASN Pemimpin Harus Miliki Kemampuan Teknis dan Nonteknis

Yogyakarta – Humas BKN, Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Puspenkom ASN) kembali menyelenggarakan penilaian kompetensi ASN untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, serta Jabatan Fungsional Madya mulai Selasa (16/03/2020). Pada tahap pertama, kegiatan tersebut diselenggarakan secara paralel di 2 Kantor Regional BKN, yaitu Kantor Regional I BKN Yogyakarta serta Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin sampai dengan 19 Maret 2021. Penilaian kompetensi ini diikuti oleh 120 peserta dari wilayah kerja Kanreg I BKN serta 145 peserta dari Kanreg VIII Banjarmasin. 

Sekretaris Utama BKN, Imas Sukmariah pada pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas BKN berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, yaitu membina dan menyelenggarakan penilaian kompetensi, serta mengevaluasi pelaksanaan penilaian kinerja ASN. “Sasaran yang hendak dicapai oleh BKN adalah terwujudnya ASN yang profesional, tata kelola instansi pemerintah yang efektif dan efisien, akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, dan pelayanan publik yang berkualitas,” terang Imas. Oleh karena itu, BKN mengambil langkah strategis dengan menyiapkan basis data profil potensi dan kompetensi JPT Pratama, Administrator, dan pejabat fungsional madya atau yang lebih dikenal dengan Talent Pool.

Imas juga menyampaikan bahwa sebagai pemimpin di masa depan, ASN tidak hanya harus memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki keterampilan nonteknis, utamanya dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 yang dinamis. “Guna menghadapi (tantangan), maka seorang ASN setidaknya harus memiliki sembilan kompetensi nonteknis atau soft skill,” lanjut Imas. Kemampuan tersebut antara lain yaitu kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, kemampuan manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, serta memiliki kecerdasan emosional, mampu bernegosiasi, serta mampu membuat keputusan yang berorientasi pada pada pelayanan.

Sebelum ujian dilaksanakan, peserta diberikan pengarahan teknis oleh Asesor Utama BKN, Purwanto. Materi yang diujikan meliputi psikotes, ujian tertulis, serta wawancara oleh Asesor SDM Aparatur yang dilakukan secara daring. han