Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Jumat, 22 Februari 2019 - 07:54:42 WIB

Menggali Makna Dari Sebuah “Pergantian”


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 571 kali

Menggali Makna Dari Sebuah “Pergantian”
Setiap apapun yang menempati alam dunia ini tidak akan pernah ada yang abadi, baik yang hidup maupun yang tidak hidup. Manusia, hewan, tumbuhan, serta beragam benda dari yang besar hingga yang tak nampak sekalipun, semua akan berakhir mengikuti alur kehidupan yang membawa tajuk besar bernama pergantian. 
 
Apapun entitas, sebesar apapun kekuatan, seberapa kuat pengaruh, semua akan mangalami masa pergantian baik diinginkan maupun tidak. Pergantian seolah menjadi mahluk tersendiri yang menyatu dengan diri kita, yang setiap waktu mampu menjadi pengingat akan kefanaan diri. Ya, pergantian, sebuah kata sederhana namun memiliki signifikansi makna yang sungguh luar biasa. 
 
Dalam alam ini, kita telah ditunjukkan beragam kejadian yang didalamnya tersirat simbol pergantian. Ada siang yang diganti dengan malam, panas yang diganti dengan dingin, suka yang berubah menjadi duka, adakalanya kondisi naik yang dalam sekejap bisa berganti seketika menjadi kondisi turun. Semua datang silih berganti membawa perintah Sang Kholiq yang didalamnya tersirat pesan yang sangat mulia dalam rangka menebar kebaikan dan kerahmatan bagi sekian penghuni alam ini.  
 
Dalam ranah dunia kerja khususnya dalam hal kedinasan kantor, fenomena pergantian dapat kita lihat dalam proses mutasi, rotasi maupun pensiun pegawai. Melalui ketiga hal tersebut, sebuah organisasi mencoba melakukan afirmasi diri layaknya tubuh manusia yang tumbuh dan berkembang melalui mekanisme metabolisme diri secara teratur. 
 
Tanpa upaya demikian, sebuah organisasi hanya akan mengalami kemunduran, kejumudan, hingga pada akhirnya muncul kondisi kematian yang tersembunyi. Organisasi itu ada, namun esensinya seolah tidak ada. Didalamnya hanya bersemayam sumber daya manusia yang bergerak tanpa saling bersinergi, mereka berjalan seolah tanpa ruh yang bersumber dari nilai kesadaran pribadi mereka. Untuk memangkas beragam gejala tersebut, sebuah agenda besar yang bernama “pergantian” mau tidak mau menjadi pilihan yang harus dijalankan.
 
Dalam organisasi Badan Kepegawaian Negera (BKN) sendiri, beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan pergantian pimpinan mulai dari jajaran eselon IV, III, II, hingga I baik pada Kantor BKN pusat maupun kantor regional. Agenda romtasi promosi ini jelas tentunya sebagai upaya dalam rangka menyiapkan simpul-simpul ujung tombak pembawa nahkoda organisasi selain tentu sebagai aksi nyata dalam upaya pengembangan karier pegawai. 
 
Agenda perubahan melalui promosi rotasi tentunya juga membawa harapan besar terhadap para pejabat untuk dapat menghadirkan beragam layanan dan inovasi baru sebagai bukti akan kesiapan diri untuk berubah dalam mengikuti perubahan dinamika dunia yang semakin cepat. Melalui proses pergantian ini pula dapat tercermin adanya dinamika organisasi dalam tubuh BKN dengan melakukan penyegaran dan peningkatan kinerja dalam rangka mendukung reformasi kepegawaian. 
 
Kembali pada tema “pergantian”, semua agenda organisasi tidak akan berjalan dengan baik, berhasil guna dan berdaya guna tanpa adanya proses sebuah pergantian. Dari proses pergantian ini pula, setidaknya kita dapat mengambil beberapa makna / pesan yang terbawa olehnya baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
a. Sebagai sebuah hukum alam kehidupan.
Pergantian menjadi sunnatullah (hukum alam) yang akan menghampiri setiap diri siapapun yang dengannya Tuhan mengatur kelestarian dan keseimbangan kehidupan. Bagi kita sebagai seorang pegawai, keberadaan pergantian menjadi hal mutlak yang dengannya kita dituntut untuk memahami dengan kesadaran diri. Sebagai hukum alam, fenomena pergantian akan selalu datang menghiasi setiap diri pegawai. Dengan kesadaran dan pemahaman yang lebih awal bahwa sebuah pergantian adalah keniscayaan yang harus dilalui, maka dalam menatap segala macam pergantian yang ada, setidaknya akan mampu memberikan kesiapan mental untuk dapat melaluinya dengan hasil yang terbaik.
 
b. Sebagai bagaian dari perubahan.
Pergantian selalu membawa konsekuensi perubahan. Dengan pergantian kita akan dipertemukan dengan pemimpin baru, teman baru, pola serta gaya baru, dan kebijakan yang mungkin sama sekali baru. Diterima atau tidak perubahan akan selalu terjadi. Bahkan usia kita berubah, detik terus bergerak dan satu atau dua menit lalu berbeda dengan saat ini. Mental kita harus dipersiapkan dengan prinsip bahwa perubahan akan senantiasa mengikuti kita dan kita harus siap dengannya. 
 
Tentunya kita sangat sependapat bahwa tidak ada yang abadi dalam hidup ini kecuali perubahan. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Barangsiapa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, maka ia akan tergerus oleh zaman yang bergerak hampir tanpa kendali. Menghadapi beragam perubahan sebagai implikasi dari proses hukum alam pergantian, memaksa diri kita untuk mampu melihat perubahan sebagai peluang dan tantangan untuk dapat kita hadapi secara berkualitas, bukan sebaliknya menghindar dan lari darinya.
 
c. Bukti eksistensi hidupnya organisasi.
Mutasi dan rotasi dalam organsiasi merupakan indikator hidupnya sebuah organisasi. Layaknya tubuh manusia, organisasi yang sehat juga selalu mengalami perputaran sumber daya manusia yang dimilikinya melalui mekanisme proses pergantian yang berkualitas. Dalam mekanisme pergantian, didalamnya disyaratkan adanya proses evaluasi yang transparan dan berkeadilan berkaitan dengan kinerja sumber daya manusia yang dimiliki dan kebutuhan nyata yang sedang dialami oleh organisasi. Melalui mekanisme ini pula, proses perbaikan yang tiada henti (everlasting improvement) akan mengemuka dalam diri organisasi sebagai prasyarat menuju organisasi yang sehat dan produktif. 
 
d. Sebagai peringatan akan kefanaan.
Pergantian juga membawa pesan secara tersirat bahwa segala sesuatu tidak akan pernah ada yang abadi. Apa yang ada pada diri kita sekarang hanyalah sementara sebagai amanah yang nantinya diminta kembali dan dipertanggungjawabkan. Ketika kita memahami betul konsep ketidakabadian ini, pada ujungnya akan memunculkan kesiapan kita dalam menerima apapun keadaan apabila amanah yang ada sekarang diambil sewaktu-waktu. 
 
Selain itu, pesan peringatan akan ketidakabadian ini juga dapat memberikan penggerak (stimulan) motivasi pada kita untuk menyiapkan peninggalan yang terbaik tatkala kita telah berganti amanah/status yang melekat sekarang. Prinsipnya, yang seharusnya menjadi fokus dalam benak kita sekarang adalah terkait pertanyaan mengenai “apa yang telah kita lakukan selama ini?” bukan sebaliknya, selalu berpikir “apa yang telah kita peroleh selama ini?”. 
 
Konsep “pergantian” sebagai pembawa pesan peringatan pada akhirnya mengajarkan nilai luhur pada kita akan sebuah semboyan yang harus kita lekatkan erat-erat dalam dada dan sanubari kita, untuk meraih jawaban terbaik dari pernyataan “apa artinya kita, apabila ada dan tidak adanya kita sama saja?”
 
e. Selalu ada harapan, selalu ada do’a.
Dalam setiap pergantian akan menghadirkan perubahan, baik dari keadaan yang buruk menjadi yang lebih baik maupun sebaliknya. Dalam ranah pergantian jabatan juga akan menghadirkan perubahan, memunculkan sosok baru, sistem serta kebijakan yang adakalanya baru. Dalam kondisi yang demikian, tentunya pergantian mengajarkan pada kita untuk bersama-sama menyatukan harapan dan do’a semoga dengan pergantian tersebut akan mendatangkan perubahan kearah yang lebih baik. Selalu ada harapan, selalu ada do’a, selalu ada jiwa optimis, inilah nilai makna yang sesungguhya dari pergantian sebagai bukti akan keterbatasan diri kita.
 
Pergantian akan selalu ada dan mengiringi detik demi detik waktu kehidupan kita. Ia hadir sebagai representasi kekekuasaan Sang Maha Kuasa dalam mengatur kehidupan ini sesuai dengan hukum alam yang telah ia perlihatkan kepada kita. Melalui sebuah pergantian, sesungguhnya kita telah diberi-Nya pelajaran yang sangat berharga. Hanya bagi kita yang mampu berpikir jernih dan tulus lah yang pada akhirnya akan mampu mengambil makna agung dari proses pergantian tersebut. Semoga kita termasuk bagian didalamnya.


Ditulis Oleh: Ridlowi, S.Sos, MA




Berita Terkait