Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Jumat, 19 Juli 2019 - 10:09:46 WIB

Sedikit Refleksi Dari Seleksi Kompetensi Dasar Sekolah Kedinasan 2019


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 986 kali

Sedikit Refleksi Dari Seleksi Kompetensi Dasar Sekolah Kedinasan 2019
Bagi yang ingin meniti karir menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak ada salahnya mencoba mengikuti jalur yang berbeda. Selain rekrutmen biasa melalui jalur formasi umum, slot Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) juga dapat diperoleh melalui sekolah kedinasan. 
 
Sekolah kedinasan, apa itu? Sekolah kedinasan gampangnya merupakan sekolah/kampus yang berada dibawah pengelolaan pemerintah melalui kementerian/lembaga. Sekolah kedinasan merupakan kepanjangan tangan dari unit kerja teknis kementerian/lembaga yang fokus dalam kegiatan pendidikan tinggi sesuai dengan core business organisasi. Di Indonesia terdapat banyak sekolah yang dikelola oleh kementerian/lembaga namun tidak semua ditetapkan menjadi sekolah kedinasan.
 
Apa perbedaan sekolah kedinasan dengan sekolah lainnya yang sama-sama dibawah kementerian/lembaga? Sekolah kedinasan para lulusannya dapat langsung memperoleh tiket menjadi CPNS. Tentu setelah melalui serangkaian instrumen yang ditetapkan. Sementara sekolah lain tidak, hanya semacam tempat kuliah layaknya kampus pada umumnya. Saat lulus tidak ada ikatan dinas atau alih status langsung menjadi CPNS, meskipun sama-sama dikelola oleh kementerian/lembaga tertentu.
 
Karena sekolah kedinasan para lulusannya dapat langsung diangkat menjadi CPNS, maka proses rekrutmennya pun berbeda. Saat proses penerimaan sudah harus diseleksi layaknya seleksi CPNS. Tidak banyak memang sekolah kedinasan yang diakomodir pemerintah. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan tenaga pegawai instansi pemerintah atas hasil analisa perhitungan formasi yang ditetapkan Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
 
Tahun 2019 ini, ketentuan mengenai sekolah kedinasan (sekdin) ini tertuang dalam pengumuman KemenPANRB Nomor: B/393/S.SM.01.00/2019. Dalam surat tersebut ditentukan terdapat total 21 Sekolah Kedinasan dari 8 kementerian/lembaga yang membuka pendaftaran.
 
Kedelapan kementerian/lembaga yang membuka penerimaan adalah Kementerian Keuangan melalui PKN STAN dengan 3.000 formasi, Kementerian Dalam Negeri dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan 1.700 formasi, Badan Siber dan Sandi Negara dengan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) dengan 100 formasi, Kementerian Hukum dan HAM melalui Poltekip dan Poltekim dengan 600 formasi, Badan Intelijen Negara melalui STIN dengan 250 formasi, Badan Pusat Statistik melalui Politeknik Statistika STIS dengan 600 formasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui STMKG dengan 250 formasi, dan Kementerian Perhubungan dengan 11 Sekolah Tinggi, Poltek, dan Akademi yang membuka 2.676 formasi.
 
Tingkat Persaingan Sekolah Kedinasan
Dari segi pendaftar, tahun 2019 ini setidaknya terdapat 248.074 pelamar yang telah melakukan submit atau menyelesaikan pendaftaran. Dari jumlah tersebut, peringkat empat besar sekolah kedinasan (sekdin) yang paling diminati adalah Politeknik Keuangan Negera (PKN) STAN diposisi pertama dengan 137.561 pelamar. Kemudian Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan pelamar sebanyak 43.037 pada posisi kedua, Politeknik Statistika STIS dengan 17.606 pelamar di posisi ketiga, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi dengan 10.277 pelamar di posisi keempat.
 
Pelamar yang telah menyelesaikan pendaftaran selanjutnya mengikuti proses verifikasi administrasi untuk dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, kecuali PKN STAN dan Politeknik Statistika (STIS) yang tidak melalui tahap verifikasi administrasi sehingga seluruh pelamar pada kedua Sekolah Kedinasan tersebut akan mengikuti tahap seleksi selanjutnya.
 
Salah satu tahapan seleksi sekdin adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini wajib dilalui karena sebagai salah satu instrumen untuk dapat diangkat menjadi CPNS. Seperti diketahui, para lulusan dari sekolah kedinasan ini nantinya langsung dipertimbangkan menjadi CPNS sehingga proses screening dilakukan diawal saat penerimaan. 
 
Meskipun proses seleksi ada yang dilakukan secara mandiri oleh instansi pengampu sekdin, namun pelaksanaannya selalu (wajib) melibatkan pihak dari BKN dalam proses pengelolaan sistem CAT maupun hasil tes. Hal ini untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan seleksi sekdin.
 
Pengangkatan menjadi CPNS dilakukan setelah siswa-siswi/taruna-taruni dinyatakan lulus pendidikan serta memperoleh ijazah dari Lembaga Pendidikan Kedinasan. Para siswa-siswi/taruna-taruni tersebut nantinya akan ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari Kementerian/Lembaga yang bersangkutan maupun Pemerintah Daerah berdasarkan formasi yang ditetapkan oleh Menteri PANRB.
 
Terkait dengan materi tes, seperti tes SKD pada CPNS formasi umum, SKD sekdin juga terdiri dari tiga unsur soal yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 
 
TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan antara lain mengimplementasikan nilai-nilai 4 (empat) Pilar Kebangsaan Indonesia. Mengenai sistem tata negara Indonesia baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan dalam berbahasa Indonesia secara baik dan benar.
 
TIU dimaksudkan untuk menilai kemampuan intelegensi pada aspek verbal, numerik, berfikir logis, serta berfikir analitik. Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tertulis, kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka, kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
 
TKP dimaksudkan untuk mengetahui kepribadian peserta pada 11 (sebelas) karakteristik, yang terdiri dari: integritas diri, semangat berprestasi, orientasi pada pelayanan, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain, orientasi kepada orang lain, dan kreativitas dan inovasi.
 
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terdiri atas 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) sebanyak 35 soal.  Ambang batas (passing grade) tahun 2019 ini ditetapkan dengan nilai TWK minimal 75 poin, TIU 80 poin, dan TKP 143. 
 
Selain ketiga materi tersebut, pada beberapa sekdin (seperti STAN, STMKG, dan lainnya), terdapat materi tes tambahan yakni tes potensi akademis (TPA), tes Bahasa inggris, serta tes substansi bidang. Semua materi tes tambahan tersebut instrumen soalnya telah terintegrasi dengan sistem CAT sehingga pelaksanaan tes include dengan SKD. Bagi pelamar yang lolos SKD, selanjutnya akan mengikuti tahapan selanjutnya seperti tes psikologi, tes kesamaptaan, tes matematika, wawancara dan lainnya sesuai dengan ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
 
Strategi Persaingan
Bagaimana kira-kira peluang dari sekolah kedinasan ini? Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menjawab pertanyaan ini. Peluang diterimanya seorang pelamar sekdin paling tidak bergantung kesiapan dari pelamar itu sendiri serta tinggi rendahnya tingkat persaingan. Dari tabel rekapitulasi peserta diatas setidaknya telah tergambar rasio tingkat persaingan dari masing-masing sekdin. 
 
Meskipun sekdin STAN memiliki jumlah kuota yang paling besar diantara sekdin lainnya, namun dari segi jumlah pelamar juga tidak kalah besar, bahkan memiliki rasio tertinggi diantara sekdin lainnya. Sehingga, disinilah dibutuhkan strategi yang tepat dalam memilih sekdin yang hendak dilamar. Tentu, dalam memutuskan pilihan sekdin ini harus didasarkan pada kualitas refleksi diri atas kualifikasi, kompetensi, serta keyakinan yang dimiliki masing-masing pelamar. Sehingga, medan perang yang akan dihadapi selaras dengan amunisi senjata yang telah dimiliki. 
 
Hal lain yang berpengaruh terhadap kesuskesan tes adalah kesiapan dari calon peserta tes itu sendiri. Kesiapan ini dapat dilihat dari siapnya perbekalan pengetahuan dan informasi terkait dengan teknis pelaksanaan tes maupun hal-hal lain yang mendukung dan berhubungan dengan proses tes. Misalnya, peserta harus sudah mengetahui secara detil jadwal, lokasi, waktu, dan hal lain yang terkait dengan pelaksanaan tes. Jauh-jauh hari calon peserta tes harus sudah menyiapkan semua berkas/dokumen yang dibutuhkan, mengetahui tempat lokasi tes, kantong parkir, ruang tes, tempat duduk, hingga (maaf) toilet untuk memudahkan saat pelaksanaan. Jika hal ini tidak dikuasai, maka saat hari H pelaksanaan dapat dipastikan akan keteteran sehingga mengganggu konsentrasi saat mengerjakan tes. 
 
Hal lain misalnya terkait dengan persiapan sebelum berangkat menuju lokasi tes. Minimal peserta tes sudah sarapan atau sudah mengganjal perut sehingga dapat menunjang kebugaran fisik selama mengerjakan tes. Banyak diantara peserta tes yang belum sarapan sehingga ditengah proses mengerjakan tes menjadi lemas, kelelahan, bahkan ada yang pingsan. 
 
Pada salah satu pelaksanaan tes STAN di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, terdapat peserta yang terpaksa harus berhenti mengerjakan tes dikarenakan kelelahan. Padahal, saat itu nilainya menunjukkan hanya kurang 5 (skor) untuk mencapai lolos passing grade. Suatu kondisi yang sangat disayangkan ditengah minimnya jumlah peserta yang mampu memenuhi passing grade. Jika hal ini terjadi tentu peserta tes sendiri yang rugi. 
 
Persiapan menjadi tolok ukur keberhasilan, siapa yang lebih siap tentu dia yang akan lebih menguasai medan perang. Meskipun proses seleksi sekolah kedinasan telah usai digelar, dari pelaksanaan sekdin tahun 2019 ini setidaknya kita dapat mengambil pelajaran penting jika masih menginginkan untuk berjuang menembus persaingan sekolah kedinasan. Tentu untuk seleksi sekdin tahun yang akan datang. Selamat mempersiapkan diri.
 
 
Ditulis Oleh: Ridlowi S.Sos, MA
Bekerja di Kanreg I BKN Yogyakarta




Berita Terkait