Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Rabu, 11 Desember 2019 - 13:38:56 WIB

Mempersiapkan Calon Pemimpin Sejak Dini


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 855 kali

Mempersiapkan Calon Pemimpin Sejak Dini
Salah satu elemen penting dalam proses manajemen sumber daya manusia (SDM) diantaranya adalah bagaimana menyiapkan para calon/kader pemimpin masa depan. Para kader pemimpin inilah yang nantinya akan menjadi penerus roda organisasi kedepan. Sukses tidaknya suatu organisasi sangat bergantung pada kualitas dari proses kaderisasi yang dijalankan organisasi, suatu transisi pengetahuan maupun kemampuan lintas generasi untuk mempertahankaneksistensi organisasi.
 
Sejauh ini, metode yang dilakukan organisasi dalam mencari kader-kader terbaik yang eligible untuk menduduki tabuk kepemimpinan dijalankan secara simultan melalui beragam metode/pendekatan. Sebut saja talent pool, talent scouting, seleksi terbuka (open bidding), dan lainnya. 
 
Beberapa pendekatan tersebut menjalankan prinsip yang sama yakni mengelola sumber daya pegawai saat sedang atau akan menduduki suatu jabatan. Untuk menempatkan suatu pegawai kedalam jabatan tertentu digunakan pendekatan penilaian atas potensi maupun kompetensi yang dimiliki masing-masing pegawai sesuai kondisi riil yang sedang dimiliki. 
 
Metode yang sering digunakan yakni wawancara berbasis kompetensi melalui proses assessment center. Prinsipnya, para calon kandidat akan digali pengalamannya sesuai dengan tugas keseharian yang telah dijalankan. Untuk memudahkan dalam menggali kompetensi, maka digunakan skema STAR (Situation, Task, Action, Result). STAR akan mencocokkan tingkat kompetensi yang dimiliki oleh pegawai dengan level kompetensi yang ada dalam kamus kompetensi. Kondisi yang dilihat tentu dalam situasi kerja sesuai dengan level tugas yang dimiliki pegawai. 
 
Salah satu hal yang menarik, jika dalam proses assessment dilakukan pada pegawai yang telah menduduki jabatan atau setidaknya telah bekerja, maka skenario STAR ini dapat pula dijalankan pada seseorang belum bekerja. Hal ini dimaksudkan untuk menyiapkan kapabilitas kompetensi diri sedini mungkin sebelum terjun langsung pada dunia kerja. Proses penyiapan ini dapat dimulai pada saat masih mengenyam pendidikan tinggi bahkan menengah.
 
Contohnya seperti yang dilakukan oleh Brumm dan kawan-kawan yang melakukan penelitian terkait dengan metode STAR. Penelitian ini untuk melihat apakah dengan memasukkan metode STAR kedalam kurikulum di kampus dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi proses wawancara kompetensi (Behavioral-Based interviewing-BBI) saat mereka lulus dan mengikuti tes masuk kerja.





Berita Terkait