Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Selasa, 11 September 2018 - 08:35:38 WIB

Pemetaan Kompetensi Berbasis CAT Sasar 8500 Pelaksana Di Wilayah Kanreg I BKN


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 8990 kali

Pemetaan Kompetensi Berbasis CAT Sasar 8500 Pelaksana Di Wilayah Kanreg I BKN
Pengembangan karir pegawai melalui promosi dan mutasi bukanlah kegiatan yang mudah dilakukan. Terdapat banyak aspek yang menjadi pertimbangan untuk diperoleh kebijakan yang tepat dalam menempatkan dan mengangkat seorang pegawai. Biasanya, dikebanyakan isntansi penempatan seorang pegawai kedalam jabatan tertentu belum didasarkan pada kompetensi yang dimiliki. 
 
Hal tersebut disampaikan Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK) BKN Haryomo DP  saat membuka acara sosialisasi pemetaan kompetensi bagi jabatan pelaksana berbasis CAT dan persiapan pendaftaran seleksi cpns melalui sistem seleksi CPNS nasional BKN tahun 2018 pada Senin (10/09 2018) di Kanreg I BKN Yogyakarta.
“Entah bisa karena coba-coba, atau sebagai penempatan biasa yang sudah rutin. padahal jika kita menilik pada ketentuan peraturan yang ada, semua dasarnya adalah kompetensi” Ujar Haryomo.
 
Deputi PMK menambahkan, salah satu amanah dalam UU No. 5 Tahun 2014 Tentang ASN adalah dibutuhkannya unsur merit sistem dalam setiap proses manajemen kepegawaian tidak terkecuali kegiatan promosi dan mutasi pegawai. Dalam merit sistem terdapat aspek kompetensi yang harus diperhatikan untuk proses pembinaan pegawai yang berkualitas. Masalahnya, lanjut Deputi PMK, sebagian besar instansi belum memetakan kompeteni ASN yang dimilikinya sehingga belum diketahui gap (kesenjangan) antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.
 
Olehkarena itu, untuk membantu instansi dalam mengukur kompetensi pegawai yang dimiliki khususnya pegawai pelaksana, BKN melakukan kegiatan pemetaan preferensi kompetensi pelaksana dengan menggunakan instrumen Computer Assisted test (CAT). Di tahun 2018 ini, kegiatan pemetaan ditargetkan menyasar untuk seratus ribu (100 rb) pegawai pelaksana secara nasional. Untuk wilayah Kanreg I BKN sendiri ditargetkan dapat memfasilitasi 8.500 pegawai.
 
Deputi PMK menambahkan, jika sudah melakukan pemetaan, akan diperoleh beragam manfaat baik bagi instansi itu sendiri maupun pihak BKN.
 
“Kalau sudah melakukan pemetaan kan berarti sudah memiliki database. Dari data tersebut bisa digunakan untuk kegiatan promosi, mutasi. Jika membutuhkan promosi, tinggal buka database aja. Memang ini pakai CAT, minimal kita bisa tahu dulu gambaran umumnya, untuk menggali kompetensi lainnya nantinya dapat dilakukan pengukuran lebih lanjut” Tambah Deputi.
 
Di wilayah Kanreg I BKN Yogyakarta sendiri terdapat 42 Kabupaten/Kota. Dengan keunggulan demografi yang dimiliki, diharapkan seluruh instansi dapat turut serta berpartisipasi dalam kegiatan pemetaan kompetensi pelaksana ini. Hal Ini didasarkan pada aspek fisibilitas dimana di wilayah Jawa Tengah dan DIY tidak terlalu sulit aksesnya untuk menuju kantor regional, berbeda dengan wilayah lainnya yang memiliki demografi lintas pulau. Ditambah lagi, pelaksanaan pemetaan kompetensi dapat pula dilaksanakan diluar lokasi Kanreg I BKN tergantung dari kesiapan dari masing-masing instansi.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Puspenkom BKN) Purwanto pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa kegiatan penilaian kompetensi pelaksana berbasis CAT ini akan diperoleh banyak manfaat. Diantaranya, akan diperoleh gambaran karakteristik pribadi dari pegawai sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan saat melakukan pekerjaan. Disamping itu, melalui pemetaan ini akan diperoleh hasil rekomendasi rumpun pekerjaan apa yang cocok dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pegawai, ada aspek kekuatan dan kelemahan sehingga dapat menjadi acuan yang tepat dalam kegiatan promosi dan rotasi jabatan.
 
“Ada banyak manfaat dari pemetaan pelaksana ini, bagi instansi akan memudahkan dalam proses pengembangan pegawai, distribusi pegawai sesuai dengan unit kerja, serta dimilikinya database sistem informasi pegawai di instansi masing-masing yang siap digunakan kapanpun jika dibutuhkan” Jelas Purwanto.
 
Secara teknis, pemetaan jabatan pelaksana ini merupakan preferensi dari delapan (8) kompetensi  sesuai dengan kriteria yang tertuang dalam Permenpan-RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang standar kompetensi jabatan. Terdapat dua jenis pendekatan dalam uji kompetensi ini yakni competencies based situational test, serta preferential test
 
Untuk dapat mengikuti pemetaan ini, pegawai diharuskan melakukan pendaftaran secara online (maupun didaftarkan oleh pihak admin instansi) melalui website khusus yang dikelola BKN. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam proses pendaftaran hingga pengelolaan hasil tes sehingga dapat tersusun database kompetensi pelaksana yang rapi dan mudah digunakan sesuai keperluan. 
 
Pada tes pemetaan preferesi ini terdapat 60 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 90 menit. Bagi peserta tes, pihak BKN menghimbau supaya dapat menyiapkan diri dengan baik, tidak diperlukan belajar secara khusus layaknya tes potensi akademik (TPA) karena tes ini lebih pada mencari kecocokan karakteristik diri pegawai dengan tipe pekerjaan yang sesuai. Hasil dari pemetaan kompetensi akan diserahkan langsung kepada Pejabat Pembina Kepegawain (PPK) untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.