Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Selasa, 11 September 2018 - 14:53:55 WIB

Matangkan Persiapan Pendaftaran CPNS 2018, BKN Sosialisasikan Sistem Kerja SSCN Ke Instansi Daerah


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 2613 kali

Matangkan Persiapan Pendaftaran CPNS 2018, BKN Sosialisasikan Sistem Kerja SSCN Ke Instansi Daerah
Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah mengumumkan secara resmi dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Spili (CPNS) tahun 2018. Meskipun belum merinci secara detil kapan pelaksanaan pendaftaran dilakukan, namun secara tentatif KemenPAN-RB telah mengagendakan tanggal 19 September 2018 sebagai awal proses pendaftaran online melalui sistem seleksi CPNS nasional Badan Kepegawaian Negara (sscn.bkn.go.id). 
 
Menindaklanjuti hal tersebut, beragam persiapan telah dilakukan BKN selaku pelaksana teknis penyelenggara fasilitasi tes, salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi. Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi persiapan pendaftaran seleksi CPNS melalui sistem seleksi CPNS  nasional BKN tahun 2018” ini diselenggarakan pada Senin (10/09 2018) di Aula Kanreg I BKN Yogyakarta.
 
Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK) BKN Haryomo DP yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan penerimaan CPNS 2018 harus selesai tahun ini juga. Proses rekrutmen harus selesai dalam tahun berjalan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam PP No. 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS. Haryomo menambahkan, jika mengikuti mekanisme tersebut maka paling tidak hasil akhir penerimaan harus sudah dapat diumumkan pada akhir November tahun ini.
 
Haryomo berharap instansi dapat turut berperan aktif dalam mendukung proses penerimaan CPNS yang berkualitas melalui peran-peran tertentu yang telah diatur oleh panitia seleksi nasional.
 
“Kepala BKN bertanggungjawab mulai dari pendaftaran hingga penerbitan Nomor Identitas Pegawai (NIP). Ketika formasi nanti sudah diterima, mohon daerah/instansi dapat segera mengumumkan. Sebelum melakukan pengumuman, harap dilakukan pengecekan kembali terkait persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan seperti ijazah dan lain-lain. Jangan sampai terjadi ketika seseorang telah ikut dan dinyatakan lulus tetapi tidak bisa ditetapkan NIP karena ijazah tidak sesuai dengan yang dibutuhkan” Terang Deputi PMK .
 
Hal lain yang ditekankan Haryomo adalah bahwa dalam ketentuan yang baru telah diatur masa percobaan bagi CPNS hanya satu (1) tahun. Sehingga, maksimal bulan Desember 2019 sudah harus diangkat menjadi PNS. Padahal, untuk dapat dinagkat PNS terdapat banyak aspek yang harus dipenuhi salah satunya harus telah lulus diklat prajabatan/pelatihan dasar. Sehingga, Haryomo berpesan kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) supaya menyediakan anggarakan khusus untuk penyelenggaraan diklat sehingga proses pengangkatan menjadi PNS tidak mengalami kendala. 
 
Dalam acara sosialisasi tersebut dibahas secara detil perihal mekanisme kerja dari SSCN BKN mulai dari alur pendaftaran, tugas dan kualifikasi dari admin instansi, penanganan help desk, serta berbagai kemungkinan permasalahan yang muncul berdasarkan pengalaman proses rekrutmen tahun sebelumnya.
 
Salah satu hal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada sistem SSCN tahun ini para palamar harus mendaftar secara detil pada lokasi penempatan yang ingin dituju. “Jadi tidak hanya memilih instansi/pemerintah daerah yang hendak dituju tetapi pelamar diharuskan langsung mendaftar/memilih dimana lokasi penempatan nantinya sesuai dengan formasi yang tersedia. Sehingga, tingkat persaingan berada pada level formasi sesuai dengan unit kerja terkecil penempatan. Misal formasi pada SDN 1 Sleman ya tingkat persaingan hanya pada jumlah pelamar pada SDN 1 Sleman tersebut. Jadi bukan secara kelompok besar sesuai jumlah formasi yang diberikan kepada instansi melainkan riil per lokus unit kerja” Ungkap Daus, salah seorang fasilitator dari Kedeputian SINKA BKN. 
 
Daus menambahkan, para pemalar sebelum memutuskan mendaftar dapat melihat rincian formasi yang tersedia baik berdasarkan kualifikasi pendidikan, jabatan, maupun instansi. “Ini adalah salah satu kelebihan dari SSCN BKN yang kita kembangkan, jadi para pelamar dapat melihat formasi mana saja yang terkait dengan jurusan yang dimiliki, di instansi mana saja jurusan tersebut dibuka, serta dapat pula dilihat informasi jumlah peserta yang telah mendaftar secara real time” Jelas Daus.